Minggu, 16 Mei 2010

Subneting dan Router

Subneting
Subneting adalah sebuah teknik yang mengijinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32 bit ip address yang terjadi dengan lebih efisien. Teknik subneting membuat skala jaaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas kelas ip (ip classess). A, B, dan C yang sudah diatur dengan subneting anda bisa membuat network dengan batasan host yang lebih realitis sesui kebutuhan. Subneting menyediakan cara yang fleksibel untuk menentukan bagian mana dari sebuah 32 bit ip address yang mewakili network id dan bagian yang mana yang mewakili host id. Dengan kelas kelas ip address standart, hanya 3 kemungkinan network id yang tersedia : 8 bit untuk kelas a, 16 bit untuk kelas b, dan 24 bit untuk kelas c. Subneting mengijinkan anda memilih angka bit acak (arbitray number) untuk digunakan sebagai network id.
Dua alasan utama menggunakan subneting
1. Mengalokasikan ip address yang terbatas supaya lebih efisien, jika internet terbatas oleh alamat alamat dikelas a, b dan c tiap network akan memiliki 254,65000 atau 16 juta ip address untuk host devicenya. Walaupun terdapat banyak network dengan jumlah host lebih dari 254, namun hanya sedikit network (kalau tidak mau dibilang ada) yang memiliki host sebanyak 65000 atau 16 juta. Dan network yang memiliki lebih dari 254 device akan membutuhkan alokasi kelas b dan mungkin akan menghamburkan percuma sekitar 10.000 an ip address.
2. Alasan kedua adalah walaupun sebuah organisasi memiliki ribuan host device, mengoperasikan semua device tersebut didalam network id yang sama akan memperlambat network. Cara tcp/ip bekerja mengatur agar sebuah komputer dengan network id yang sama harus berada di physical network yang sama juga. Physical network mempunyai domain broadcast yang sama yang berarti sebuah medium network harus membawa semua traffic untuk network karena alasan kinerja. Network biasanya di segmentasikan ke dalam domain broadcast yang lebih kecil bahkan lebih kecil dari kelas c address.

Router
Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalu sebuah jaringan atau internet. Menuju tujuannya melalui proses yang sudah di kenal sebagai routing.
Proses routing terjadi pada lapisan 3 (lapisan jaringan seperti internet protool) dari stack protocol tujuh lapis OSI.
Daftar isi :
1. Fungsi
2. Jenis-jenis router
3. Router versus bridge
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Ruter beda dengan switch, switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu local area network atau LAN. Mencegah adanya broadcast strom yang mampu memperlambat kinerja jaringan. Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni: statik router (router statis) : adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset secara manual oleh para administrator jaringan. Dinamik router ( router dinamis) adalah sebuah riuter yang memiliki lab membuat tabel rouuter dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungfan dengan router lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar